Kasus demi kasus adalah EGO


Kasus 1 
Tersadar akan keinginan duniamu yang ingin kau raih,
tapi tidak dalam inginku,
Aku yakin ucapanku,
tapi kau lebih yakin atas lakumu, 
lelahmu membuat kau ingin sendiri,
Tapi sendiri sudah membuatku lelah.

Kasus 2 
Saat kau ijab aku,semua menjadi indah,
Hidup ini terasa lengkap,
Sempurna...
Tapi ketika 'dia' kembali datang saat perdebatan kami,
Hidup ini terasa gelap,
Gulita...
Seakan kami dalam perjalanan buntu,
Diam sampai menghardik,
Kami pun tak bertemu lampu terang,
Saling kuat menguatkan argument,
Saling berbalas cacian,
Saling tak tatap,
Bahkan diatas permadani kami berbagi punggung,
sampai akhirnya 'dia' pula yg memisahkan kami dalam ruang mediasi.

Kasus 3
Lelahmu lelahku,
Susahmu susahku,
Bahagiamu bahagiaku juga,
Tangismu pun menjadi tangisku,
Nggak pernah mudah menjadi kan kamu aku,
Terlalu sulit mengawinkan kerasku kerasmu,
Tapi jika aku & kamu mengerti... 
Bahwa, aku nggak sempurna,
Kamu nggak sempurna,
Dan kita semestinya menghancurkan 'dia',
Lantas hasilnya...
kami masih bisa mengisi kehampaan kami.


*This phrase dedicated for my old best friend, Vivien Rahardhani,Inspired by our conversation at mobile phone and i wish you can burning your 'dia' = EGO:)