TWENTYNINE Ways to Stay CREATIVE

1. MAKE LISTS 
2. CARRY A NOTEBOOK EVERYWHERE
3. SKETCH
4. GET AWAY FROM THE COMPUTER
5. QUIT BEATING YOUR SELF UP
6. TAKE BREAKS
7. SING IN THE SHOWER
8. BE OPEN
9. DRINK COFFEE
10. GET FEEDBACK
11. LISTEN TO NEW MUSIC
12. SURROUND YOURSELF WITH CREATIVE PEOPLE
13. PRACTICE, PRACTICE, PRACTICE
14. DON’T GIVE UP
15. ALL YOURSELF TO MAKE MISTAKES
16. COLLABORATE
17. TAKE RISKS
18. GET LOTS OF REST
19. GO SOMEWHERE NEW
20. COUNT YOUR BLESSINGS
21. DANCE
22. DON’T FORCE IT
23. BREAK THE RULES
24. READ a BOOK
25. STOP TRYING TO BE SOMEONE ELSE’S PERFECT
26. WRITE DOWN YOUR IDEAS
27. CLEAN YOUR WORKSPACE
28. FINISH SOMETHING
29. HAVE FUN
*Courtesy content from http://bit.ly/HaurbV
*Courtesy image from Google






Ganti Image 'Ngobrol bareng tante Nansq'


Official malam ini, blog yang tadinya punya title 'in relationship with tante nansq' setelah sekian lama akan berubah dengan title 'Ngobrol bareng tante nansq'. Nggak hanya titlenya yg berganti, tetapi dari image dan suasananya pun berganti. 


Lebih dekat dengan keseharian dan juga lebih berani untuk mengutarakan apapun yang dirasa dan dilihat di obrolan2 blog ini. Kalau kamu yang punya cerita menarik atau prosa sastra yang keren boleh juga ikutan ngobrol di sini.










Email aja tante Nansq di virginania@gmail.com , kirimin prosa sastra km yg keren2 dan inspiratif. Thanks.

Dan ternyata Kehidupan itu luas !




Semenjak Ibu melahirkan jasadku ke dunia, sejak itu pula, kami mengenal kehidupan. Tapi saat itu mungkin kami tak jelas memaknai kehidupan, karena bagi kami bermain bermain dan bermain adalah kehidupan kami yang paling hakiki.

Tingkat kehidupan kami berlanjut pada saat kami menemukan teman-teman sebaya kami, bermain ramai-ramai di Mall, bergejolak kawula muda bersama pacar cinta monyet kami, dan memaknai kehidupan kami sekedar fun, fun dan have fun, kami tak peduli Ibu apakah masih punya uang belanja di tengah bulan, kami tak pernah tau saat Ibu menutup muka dengan bantalnya lalu mengisak tangisnya, kami bahkan tak pernah peka setiap orang tua punya masalah yang berat dalam kehidupannya. Kami dengan mudahnya lari, dan tak pulang bermalam di rumah sahabat beralibi bahwa orang-orang tua itu tidak pernah mengerti kami.

Selanjutnya tingkat kehidupan kami beranjak lebih serius dari 2 paragraf diatas. Tingkat ini bercerita saat fase kami berkelumit dengan pekerjaan-pekerjaan rutinitas yang dimulai dari saat matahari masih malu menampakan sinarnya sampai bulan memancarkan kedamaiannya. Kami sibuk menghitung pemasukan akhir bulan yang entah kemana perginya, kami pun kembali belajar matematika dan akuntansi untuk menghitung hutang-hutang kebutuhan kami setiap bulannya, dahi kami setiap harinya terlalu banyak berkerut, kulit muka kami bahkan sudah mulai terhitung banyaknya garis-garis diantara lipatan mata kami, begitu pula rambut putih yang sudah mulai menetap di mahkota kami. Pelan-pelan kami memetakan apa yang terjadi saat orang-orang dulu di tingkatan kehidupan kami. Luar biasa !




Dan ternyata kehidupan itu sangat luas untuk kami, kami yang belum mampu menajemenkan waktu kami untuk dekat dengan orang-orang disekitar kami itu membuat kami sangat kerdil. Sang waktu yang terus berjalan dengan rotasinya, membuat kami keteteran dengan jadwal kunjungan. Dan ternyata orang-orang sekitar kami termasuk orang-orang yang memahami, betapa kami sangat kerdil dengan sang waktu.



Miris saat mata hati kami melihat sebuah realita kehidupan dimana mereka adalah orang-orang yang menghargai kehidupan ini, bersahabat dengan sang waktu, kemudian mereka bisa menjadikan tingkat kehidupan ini paling hakiki. Proses ini kami namakan sebuah kontemplasi. Jika kami-kami yang diluar sana mengintip sedikit tengtang cerita ini, kami hanya ingin berbagi bahwa kehidupan ini bukan hanya antara aku, kamu dan Dia tapi luuaaas sekali dengan Ibu, Bapak, Ibu Mertua, Bapak Mertua, Ibu Tiri, Bapak Tiri, kakak kandung, adik kandung, kakak tiri, adik tiri, kakak ipar, adik ipar, tante, om, bule, pakle, tulang, teman kantor yang sekarang, teman kantor dulu, teman kuliah, teman SMU, teman SMP, teman SD, teman TK, teman rumah dulu, teman rumah sekarang, mantan pacar cinta monyet, relasi, teman Les, teman komunitas, teman seminar, guru, dosen, keponakan, sepupu.


Apakah kamu sudah menyediakan waktumu untuk sekedar menyapa, bertandang atau silahturahmi kembali dengan mereka ?  

=)      

Long Life Time Commitment


UNTUK SUAMI
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)


Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah...

Pernikahan ataupun perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama ...
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya ...
Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, ber-hati²lah meluruskannya ...

Pernikahan ataupun perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamaullahhuwajah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh ... Amiiin

UNTUK ISTRI
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)


Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad, Tidaklah setaqwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Isa atau Ayub,
Atau pun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang soleh ...
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah ... Amiiin

We're something beautiful

I love you,
Not only for what you are,
But for what I am When I am with you.


I love you,
Not only for what You have made of yourself
But for what You are making of me.


What you are doing I cannot do,
what I’m doing you cannot do,
but together we are doing something beautiful.

Kasus demi kasus adalah EGO


Kasus 1 
Tersadar akan keinginan duniamu yang ingin kau raih,
tapi tidak dalam inginku,
Aku yakin ucapanku,
tapi kau lebih yakin atas lakumu, 
lelahmu membuat kau ingin sendiri,
Tapi sendiri sudah membuatku lelah.

Kasus 2 
Saat kau ijab aku,semua menjadi indah,
Hidup ini terasa lengkap,
Sempurna...
Tapi ketika 'dia' kembali datang saat perdebatan kami,
Hidup ini terasa gelap,
Gulita...
Seakan kami dalam perjalanan buntu,
Diam sampai menghardik,
Kami pun tak bertemu lampu terang,
Saling kuat menguatkan argument,
Saling berbalas cacian,
Saling tak tatap,
Bahkan diatas permadani kami berbagi punggung,
sampai akhirnya 'dia' pula yg memisahkan kami dalam ruang mediasi.

Kasus 3
Lelahmu lelahku,
Susahmu susahku,
Bahagiamu bahagiaku juga,
Tangismu pun menjadi tangisku,
Nggak pernah mudah menjadi kan kamu aku,
Terlalu sulit mengawinkan kerasku kerasmu,
Tapi jika aku & kamu mengerti... 
Bahwa, aku nggak sempurna,
Kamu nggak sempurna,
Dan kita semestinya menghancurkan 'dia',
Lantas hasilnya...
kami masih bisa mengisi kehampaan kami.


*This phrase dedicated for my old best friend, Vivien Rahardhani,Inspired by our conversation at mobile phone and i wish you can burning your 'dia' = EGO:) 

(Flash Back) Ini Catatan Hidup - Waktunya bersyukur !

Friday, November 18th, 2005

TERIMA KASIH YANG MAHA HIDUP…

ini sebuah jiwa yang berkata, tentang sebuah keinginan yang hampir terwujud…walaupun nyaris tak sempurna dan yang tak pernah terpikir untuk bisa mencapainya, hanya sering dipikir sebagai imajinasi liar seorang aku.

TERIMA KASIH YANG MAHA JELAS…

ini sebuah perilaku yang wajar, tentang kelakuan yang kadang kurang ajar…tapi, tidak ada yang bisa menilai dengan nilai seperti guru yang sedang memberi nilai rapot…karena, tidak semua kejelesan lahir pada orang-orang yang ‘benar’.

TERIMA KASIH YANG MAHA PUTIH…

tanpa noda. kadang terpikir bicara seperti mengunyah kata demi kata…muntah dari mulut lalu tertampung dalam ruas-ruas otak dan pikiran…saat merasa jernih, tak satu pun terpikir untuk mati,tapi ada cairan yang keluar mati perlahan, seperti sperma yang terbuang di perut perempuan pinggir jalan.

(Flash Back) Ini Catatan Hidup - Terima Kasih Cinta !

February 21st, 2008 


"terima kasih cinta"….
saat ini aku hanya ingin mengatakan padanya,


apa yang menjadi pemikiranku disaat aku kembali sendiri melintasi ruas Jakarta yang diguyur hujan (lagi).
Sebuah rute perjalanan yang amat panjang, menurutku…
tanpa sosok yang seharusnya ada.
Dibiarkannya aku kembali bersenggama dengan air langit, bersentuhan halus dengan angin malam, dan menerobos ruang gelap penuh dengan suhu tak terkendali.


ketika, terdengar suara hati berteriak tanpa mampu ku biarkan…menangis tanpa air mata suci,seperti aku akan belajar paham akan diri, belajar tau akan sikap, dan aku belajar beranikan hati untuk katakan padanya…


"terima kasih cinta" !!!
cukup sekian sudah, kau sakit karena kesalahanku !

(Flash Back) Ini Catatan Hidup - Aku ada tanpa Jiwa

February 21st, 2008 


aku ada tapi tiada
jelas sangat terasa, saat jasad tegak berdiri
jiwa melayang mencari sesuatu…
yang entah berupa apa !


terasa tak berarti, sudah jamak dirasa
terasa hampa, serasa sendiri ….
mungkin kau butuh ruang untuk melebur,
seperti apa yang pernah kau katakan pada semua orang
"ada masa yang harus kau tunggu ",


entah kapan masa itu kan lewat didepan jasad dan jiwamu…


berharaplah jiwa !

(Flash Back) Ini Catatan Hidup - Hati-hati dengan hatimu !!!

June 5th, 2008 


Disebuah malam yang tidak terlalu kelam,
disebuah pertemuan yang tidak diduga,


dan sampai disebuah komunikasi antar media teknologi,
percakapan yang tidak tentu arah, sembarang tapi cukup  berkesan…


sampai satu bataliyon hormon endorphin menyerang 2 lawan jenis yang bersinergi setelah lewat jam 2 pagi,


entah kenapa, semua bahasan malam itu menjadi menarik saat di bahas…membuka ruang jiwa untuk sebuah wacana baru, membiarkan persepsi-persepsi baru menjamah otak kanan, meleburkan kebekuan kepada hati yang terkunci cukup lama…


hmmm…


saat mata tidak lagi bersahabat, saat menguap menjadi virus antar manusia, dan saat Mesjid berteriak untuk membawa umatnya kembali bersilahturahmi antar batin…mereka memutuskan untuk mengendapkan sejenak hormon endorphin, dan membiarkan raga ini terlelap dalam tidurnya.


sebelumnya, hanya kuingatkan saat ini….
hati-hati dengan hatimu…
Jangan biarkan dia menagih,saat energi itu datang kembali….