Friday, November 18th, 2005
TERIMA KASIH YANG MAHA HIDUP…
ini sebuah jiwa yang berkata, tentang sebuah keinginan yang hampir terwujud…walaupun nyaris tak sempurna dan yang tak pernah terpikir untuk bisa mencapainya, hanya sering dipikir sebagai imajinasi liar seorang aku.
TERIMA KASIH YANG MAHA JELAS…
ini sebuah perilaku yang wajar, tentang kelakuan yang kadang kurang ajar…tapi, tidak ada yang bisa menilai dengan nilai seperti guru yang sedang memberi nilai rapot…karena, tidak semua kejelesan lahir pada orang-orang yang ‘benar’.
TERIMA KASIH YANG MAHA PUTIH…
tanpa noda. kadang terpikir bicara seperti mengunyah kata demi kata…muntah dari mulut lalu tertampung dalam ruas-ruas otak dan pikiran…saat merasa jernih, tak satu pun terpikir untuk mati,tapi ada cairan yang keluar mati perlahan, seperti sperma yang terbuang di perut perempuan pinggir jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar